Sabtu, 17 September 2011

Ngemis Tanda Tangan

 hmm hm hm...senin pagi-pagi dengan baju putih lengan panjang, rok hitam selutut, kaos kaki dan sepatu baru. Saya datang ke sekolah baru dengan menyandang status baru yaitu siswa SMA.
pukul 7.00 WIB diadakan upacara pembukaan MOS. Alhamdulilla berjalan lancar..

Selesai upacara, langsung masuk ruangan MOS (gugus J, sebelah barat yg kelasnya paling bagus) dimulailah serangkaian acara yang saya bilang sedikit MEMBOSANKAN . Hanya duduk, sambil dengerin kakak osis ceramah. 

Kalau istirahat, peserta MOS disuruh nyari tanda tangan para anggota OSIS dan MPK. Oya, guru juga..
(formatnya nama, jabatan , pesan dan kesan dan TTD). Pertama saya dapat tanda tangan dari Ketua Osis (Syarat wajib dapat ttd Ketos dan Ket MPK dulu baru bisa dpt ttd anggota lain). Sumpah ! kita semua (yang mau minta ttd ketos) ngejar sang ketos kayak ngejar artis. Dia pergi ke perpustakaan, kita nyerbu perpustakaan. Di ruang perpus yang sempit, kita dempet-dempetan. Sumpah ga bisa nafas saya. Untung gak harus pulang dengan tangan kosong. Tinggal nayri tanda tangan Ketua MPK, yang pada saat itu entah kemana perginya dia. (sembunyi kalii ya?)

Sehari Sebelum MOS di SMANSABA

Hai hai... saya udah SMA nih sekarang. Eits, jangan salah meskipun dengan isi kepala yang pas-pasan tapi saya berhasil masuk sekolah yang katanya sih paling favorit seantero Bangkalan yaitu SMA Negeri 1 Bangkalan atau yang biasa disingakat SMANSABA.
Awalnya gak ada niat masuk sana. (karena sadar batas kemampuan) tapi keadaan yang memaksa. Dan setelah dijalani, ya...asyik-asyik aja..

Dimulai sehari sebelum MOS (masa orientasi siswa). Dimana saya (semua murid baru maksudnya) harus membuat sebuah tanda pengenal yang berukuran 1/2 bufallo berwarna sesuai gugus masing-masing (saya gugus J, warna oranyae) terus disuruh kasih pita warna keki buat diikat dileher pas MOS keesokan harinya.
(sumpah saat itu baru pertama saya dengar warna keki). Lanjut.. kakak kelas bilangnya beli pita itu di toko kain. Kesanalah saya, berhubung saat pulang beli  pita,tidak ada kendraan yang melintas di depan toko kain tesebut, terpaksa saya naik sepatu (alias jalan ). bayangkan saja saya jalan dibawah panasnya sengatan matahari pukul 1.00 WIB

Dan yang paling menyebalkan, ternyata pas dibelakang sekolah ada toko yang jual pita keki itu. Waaaaaaaa..kare u-jeu dhe' bok-bok